Dolob

Berkelamin laki-laki yang usianya kian bertambah setiap hari

Sedikit punya nyali dan belum selesai dengan dirinya sendiri

Masa kecilnya telah usai dan remajanya terbengkalai

Mungkin akibat menafikan cita-cita yang perlu digapai

 

Akrab dengan pendidikan agama hingga ia dapat bermain dengannya

Baginya, akal adalah modal hidup jika hati yang mengelola

Menyadari segenap raga adalah syahwat dengan nafsu yang menyala

Fa nafsu akhbatsu min sab’iina syaithona

 

Beberapa saat lalu tangannya muak menggenggam api

Bukan karena panas, melainkan rasa jijik membuat jarinya nyeri

Pada perangkat kompor, tungku, dan kayu bakar ia tak peduli

Gelap, Chairil Anwar katakan mampuslah ia dikoyak-koyak sepi

 

Pada hamparan luas jiwanya, tampak sepetak kekosongan yang nyata

Serba nanggung; material belum tersedia, membiarkannya tak rela

‘Anfa’uhum li ‘iyaalihi ahabbuhum ila Allahi ta’aala

Ia putuskan mengharap dalam jiwanya asa membara

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements